PERAWATAN CEDERA OLAHRAGA
PERAWATAN CEDERA OLAHRAGA
Fisiotrafi olahraga
Pengertian dan Definisi Fisioterapi
Arti Kata Fisioterapi Sendiri adalah pengobatan terhadap penderita yang mengalami kelumpuhan atau gangguan otot dengan tujuan melatih otot tubuh agar dapat berfungsi secara normal.
Fisioterapi adalah bentuk pelayanan Kesehatan yang ditujukan kepada individu dan atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan ( fisik, elektroterapeutis dan mekanis ), pelatihan fungsi, komunikasi.
Fisioterafis adalah seseorang yang telah lulus pendidikan formal fisioterapi dan kepadanya diberikan kewenangan tertulis untuk melakukan tindakan fisioterapi atas dasar keilmuan dan kompetensi yang dimilikinya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Ilmu fisioterapi adalah sintesa ilmu biofisika, kesehatan, dan ilmu-ilmu lain yang mempunyai hubungan dengan upaya fisioterapi pada dimensi promosi, pencegahan, intervensi, dan pemulihan gangguan gerak dan fungsi serta penggunaan sumber fisis untuk penyembuhan seperti misalnya latihan, tehnik manipulasi, dingin, panas serta modalitas elektroterapeutik.
Dasar-Dasar Fisioterapi pada Cedera Olahraga
Cedera olahraga adalah cedera pada sistem integumen, otot dan rangka tubuh yang disebabkan oleh kegiatan olah raga. Secara umum patofisiologi terjadinya cedera berawal dari ketika sel mengalami kerusakan, sel akan mengeluarkan mediator kimia yang merangsang terjadinya peradangan. Mediator tadi antara lain berupa histamin, bradikinin, prostaglandin dan leukotrien. Mediator kimiawi tersebut dapat menimbulkan vasodilatasi pembuluh darah serta penarikan populasi sel sel kekebalan pada lokasi cedera. Secara fisiologis respon tubuh tersebut dikenal sebagai proses peradangan. Proses peradangan ini kemudian berangsur-angsur akan menurun sejalan dengan terjadinya regenerasi proses kerusakan sel atau jaringan tersebut. Dalam penanganan cedera, diagnosis kerusakan struktur serta proses cedera perlu ditegakkan terlebih dahulu.
Berdasarkan gejala dan pemeriksaan fisik perlu ditetapkan tahapan keluhan apakah termasuk keluhan akut, sub kronis maupun kronis. Pada prinsipnya, penanganan cedera akut harus dilaksanakan untuk mengurangi kerusakan lanjutan serta mengurangi keluhan keluhan akibat respon peradangan tubuh. Beberapa prinsip dasar intervensi fisioterapi pada cedera olahraga adalah sebagai berikut :
1. Pada tahap sangat awal cedera dimana belum terjadi tahap peradangan, dapat dilakukan reposisi apabila terjadi dislokasi.
2. Pada tahap peradangan dilakukan upaya upaya untuk menekan respon peradangan yang berlebihan melalui proses RICE (rest, ice, cold and elevation). Proses fisioterapi yang ideal dalam hal ini adalah hydrotherapy, maupun cold therapy.
3. Pada tahap sub-kronis dimana respon peradangan sudah menurun, dapat dilakukan heat therapy dan manual therapy untuk mempercepat proses regenerasi tubuh akibat cedera.
4. Pada tahap kronis, heat therapy dapat dikombinasi dengan cold therapy dalam paket contrast therapy. Pada keadaan ini manual therapy dapat dilanjutkan dan mulai dikombinasikan dengan exercise therapy. Tujuan dari fase ini selain untuk mempercepat proses regenerasi adalah untuk memulihkan kembali fungsi tubuh.
Massage Olahraga (sport Massage)
A.Sejarah Perkembangan Sports Massage
Sport Massage / pijat olahraga sampai saat ini masih dipakai dibelahan dunia khususnya dikalangan olahragawan dan dunia kesehatan. Massage sendiri merupakan salah satu bentuk manipulasi / teknik melulut atau memijat sederhana yang pertama-tama ditemukan manusia untuk meringankan rasa sakit dan menghasilkan efek lebih baik / kesembuhan dengan cara mengelus-elus/ mengusap perlahan dan halus secara spontan pada sekitar bagian yang sakit.
Data pasti siapa penemu sport massage pertama kali tidak diketahui, berkembang dibanyak negara seperti Cina, India, Yunani, Mesir dan banyak negara lain sehingga berkembang sampai menjadi kebudayaan yang tinggi.
Dalam perkembangannya tidak hanya berfungsi sebagai sarana pemeliharaan tubuh saja tetapi juga sebagai terapi pengobatan .
Pertamakali sport massage diperkenalkan dan diaplikasikan untuk para olahragawan adalah negara Yunani dengan maksud untuk menjaga tingkat kebugaran para olahragawan. Di Cina sekitar tahun 3000 SM khususnya dunia kedokteran tradisional, sport massage bertujuan untuk mengaktifkan sirkulasi darah dan hormonal, sebagai alat penenang (sedative), perangsang persyarafan dan sebagai sarana pengobatan bermacam penyakit. Di Mesir kuno masih tercatat didinding bahwa massage merupakan metode pengobatan penyakit atau luka akibat kecelakaan atau peperangan (tercatat pada dokumen raja Fir’aun di relief, papyrus dan pada dinding gambar).
Herodicos seorang dokter dan pesenam Yunani menceritakan tentang pengaruh senam pengobatan dan latihan fisik serta massage dengan tujuan menyehatkan jiwa dan raga. Hipocrates seorang dokter dalam kedokteran modern mengenal dan mempelajari sport massage pada Herodicos dan menulis tentang pengaruh sport massage pada system fisiologis tubuh khususnya pada pasien luksasi / keseleo, fraktur / patah tulang dan pasien lain serta sport massage akan membuat system persendian akan menjadi kuat dan kemudahan untuk memobilisasi/ menggerakkan persendian yang kaku. Para dokter Yunani menggunakan sport massage untuk mempersiapkan fisik olahragawan sebelum bertanding dan untuk melawan tingkat kelelahan setelah latihan fisik yang berat. Para Aliptes / ahli massage olahraga biasa menggunakan minyak dan powder / tepung atau talk untuk memanipulasi / melulut atau memijat otot-otot olahragawan sedangkan olahragawan sendiri juga dibekali dengan ketrampilan sport massage mandiri / Automassage.
B.Pengertian Sport Massage
Sport Massage merupakan teknik memijat / melulut dengan tangan (manipulasi) pada bagian tubuh yang lunak dengan prosedur manual ataupun mekanik yang dilaksanakan secara metodik dan ritmis dengan tujuan untuk menghasilkan efek-efek fisiologis , profilaktikdan terapeutik / pengobatan pada tubuh. Manipulasi ini dilakukan secara sistematis dan berurutan sesuai dengan anatomi tubuh manusia yaitu dari permukaan otot kearah dalam bagian tubuh yang lunak /mucousdan jaringan dibawah kulit (konjunktiva)dan lapisan lemak , perototan , pembuluh darah , jaringan persyarafan periferis/ syaraf tepi dan jaringan lain serta organ tubuh bagian dalam. Ada dua macam prosedur sport massage , secara manual dan mekanik.
Prosedur sport massage manual merupakan manipulasi sport massage yang dikenal dengan bermacam-macam gerakan tangan pada permukaan tubuh dengan tekanan gerakan kearah dalam yaitu menekan , memeras, pukulan, goncangan , getaran dan manipulasi lain pada jaringan dan pada segmen . Prosedur manual ini merupakan prosedur yang sangat tua , tersebar dan paling banyak digunakan karena dengan gerakan tangan manusia akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan struktur anatomi tubuh dan gerakan tangan ini akan lebih sempurna dibandingkan dengan gerakan alat mesin.
Prosedur sport massage mekanik , ini dilakukan gerakan sport massage dengan bantuan gerakan mesin pemijat . Bagaimanapun bagusnya alat massage / mesin pemijat tersebut tingkat adaptasi dengan struktur tubuh manusia akan tidak sama dengan gerakan tangan secara manual.
Prosedur Terapi Manual Sport Massage
A.Sport Massage untuk Jaringan dan Organisme
Sport massage ini sangat bermanfaat untuk proses pertumbuhan dan perkembangan serta rehabilitasi jaringan dan organisme tubuh.
B.Sport massage untuk pertandingan dan prestasi
Sport massage untuk pertandingan dan prestasi ini mencakup :
1. Sport massage pra competition
Sport massage ini diberikan sebelum atlet melakukan pertandingansebagai bentuk warming-up pasif
2. Sport massage during competition
Sport massage ini diberikan selama atlet melakukan serangkaianPertandingan atau saat istirahat pertandingan
3. Sport massage post competition
Sport massage ini diberikan setelah atlet menjalani masapertandingan.
C.Sport massage bermacam aktivitas olahraga
a.tes kekuatan e.senam
b.tes daya tahan f.olahraga permainan
c.tes kecepatan g.kegiatan pariwisata
d.tes kecakapan/skill olahraga lain
D.Manfaat terapi sport massage
Sport massage untuk :
- higiene
- terapeutik
- cedera persendian
- schele luka memar dan luka
- schele fraktur
- cedera otot dan tendon dan cedera syaraf
Pengaruh terapi sport massage :
Terhadap jaringan :
- kulit
- jaringan konjunktiva
- elemen alat penyokong dan alat gerak
- sirkulasi darah dan lymphe
- system persyarafan
- jaringan dalam dan organ dalam
Manfaat Dan Tujuan Manipulasi Sport Massage :
1`.EFFLEURAGE /STROKING : melulut atau menggosok
Menggunakan jari tangan, telapak tangan, buku tangan ataupun punggung tangan Gerakan melulut ini selalu kearah jantung, dilakukan secara kontinyu dengan tekanan menyesuaikan. Tekanan lemah bila dilakukan untuk kulit dan agak keras sampai keras untuk jaringan bawah kulit (subcutant). Tujuan diberikan effleurage adalah untuk menetapkan kontak fisik dengan pasien agar tidak terasa asing, berdampak positif secara fisiologis dengan mempercepat pergantian metabolisme dan sangat cocok untuk treatment kecantikan.
2. PETRISAGE /KNEADING :meremas
Meremas dengan jari dan tangan dimulai mengangkat, menjepit jaringan otot , mencomot dan meremas. Gerakan meremas dilakukan secara bergantian antara tangan kanan dan kiri. Tujuan manipulasi ini untuk mengembangkan elastisitas, mengaktifkan aliran darah, memperbaiki pergantian nutrisi dan pembuangan (ekskresi), merangsang syaraf motorik.
3. FRICTION /RUBBING :gerusan
Menggerus dengan menggunakan jari jempol (jari yang paling kuat), kepalan tangan, pangkal telapak tangan atau dengan siku tangan.Bertujuan untuk melancarkan system sirkulasi darah, menimbulkan hiperamia, pembesaran serabut otot dari refleks vaskuler, hormonal dan syaraf, baik untuk schele post trauma (regenerasi jaringan) dan akan mengurangi rasa nyeri otot.
4.TAPOTAMENT : pukulan
Pukulan secara beruntun dan berirama dengan menggunakan pisau tangan, kepalan tangan atau menguncupkan kedua telapak tangan.Bertujuan untuk meningkatkan sirkulasi darah , meningkatkan pengeluaran nafas (ekspirasi),meningkatkan syaraf vasomotor, menimbulkan suara khas teknik sport massage dan teknik ini jangan diberikan pada otot yang terasa nyeri atau post traumatic.
5.VIBRATION : getaran
Menggerakkan otot-otot dengan menggetarkan dengan ujung-ujung jari tangan , buku-buku tangan dan pangkal telapak tangan.Bertujuan untuk meningkatkan rasa aman dan ketenangan (sedative) dan sangat berguna untuk proses relaksasi.
6.SHAKING : goncangan
Menggoncang-goncangkan sekelompok otot dengan pisau tangan atau dengan telapak tangan secara berurutan antara tangan kanan dan kiri.Bertujuan untuk merelaksasikan otot, merangsang syaraf motorik, mempercepat aliran darah, dan sangat efektif untuk mengatasi kram otot.
7.SHIATSU : menekan
Menekan sekelompok otot dengan ibu jari atau dengan dua ibu jari , dengan kepalan tangan atau dengan siku tangan.Bertujuan untuk meningkatkan pervusi darah / aliran darah dan sangat bagus untuk meningkatkan / menaikkan tekanan darah serta untuk mengecek kekuatan otot.
8. CABIKAN
Hampir Sama dengan gerakan petrisage hanya gerakan cabikan ini lebih cepat dan hanya menggunakan ujung jari tangan saja.Bertujuan untuk mempercepat sirkulasi darah, sangat bagus untuk hipotensi.
9.SAPUAN
Gerakan menyapu secara bolak balik dengan menggunakan ujung jari tangan terutama pada daerah punggung (posterior), dilakukan secara berirama cepat dan bisa secara tidak beraturan gerak sapuannya. Bertujuan untuk meningkatkan sirkulasi darah dengan cepat dan sangat efektif untuk penderita hipotensi.
10.TARIKAN
Gerakan menarik jari-jari tangan dan kaki, lengan bawah dan atas, tungkai bawah dan tungkai atas. Bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas persendian.
11.PEREGANGAN
Gerakan meregangkan (stretching) otot-otot tertentu dengan maksud untuk mengefektifkan penanganan cedera otot, sebagai sarana warming-up dan cooling down.
Bermacam Kegunaan Terapi Sport Massage :
1. Terapi Sport Massage Bagian Kepala
Perlakuan sport massage bagian kepala diberikandengan menyesuaikan anatomis kepala.
- Frontalis : perlakuan pada bagian dahi /depan
- Lateralis/temporalis : bagian samping kepala
- Posterior/occipitalis : bagian atas
Manipulasi yang diberikan adalah Effleurage, friction, tapotament ringan, vibration dan shaking.
2. Terapi Sport Massage Bagian Leher
Terdiri dari dua bagian yaitu bagian muka /anterior dan bagian belakang /posterior. Pada region ini terdapat organ yang penting seperti :trachea, esophagus, pembuluh darah besar (arteri carotic, vena jugularis), saluran limphe dan persyarafan, kelenjar ganglion lymphe cervical dan kelenjar thyroid dan parathyroid.Leher bagian muka menggunakan manipulasi Effleurage, friction ringan, petrisage dan vibration. Leher bagian belakang menggunakan manipulasi effleurage, friction, petrisage, cincang/cabik dan vibration.
2. Terapi Sport Massage Bagian Thorax /Dada
Bertujuan Merangsang system respirasi biasanya karena masalah asmatis, sesak nafas atau nyeri dada. Menggunakan manipulasi effleurage, friction, cincang/cabikan, tapotament, vibration dan shaking.
3. Terapi Sport Massage Bagian Abdominal /Perut
Pada bagian ini diberlakukan manipulasi yang agak ringan tekanannya. Dengan manipulasi effleurage, petrisage, friction ringan dan shaking ringan.Bertujuan untuk meringankan gangguan di perut seperti sembelit dan sakit perut lainnya serta membantu menghilangkan lemak di otot perut.
· Sport Massage Untuk Prestasi Dan Pertandingan
Perlakuan sport massage untuk prestasi dan pertandingan perlakuannya akan berbeda dengan perlakuan pasien. Karena tingkat kebugaran olahragawan ini lebih tinggi dibandingkan dengan pasien maka manipulasi yang diberikan akan lebih keras dan lebih cepat.
a.Sport massage pra competition
Sport massage yang dilakukan sebelum masa pertandingan dan sebagai massage persiapan pertandingan. Maksudnya untuk meningkatkan derajat suhu tubuh dan mempersiapkan otot-otot dan persendian atau pemanasan /warming-up.Manipulasi yang diberikan adalah friction yang kuat, petrisage , vibration dan shaking yang kuat.
b.Sport massage in competition/during competititon
Selama masa pertandingan sport massage ini diberikan misalnya saat jeda tanding, saat mengalami gangguan otot atau sendi misalnya kram otot. Tujuannnya untuk tetap mengaktifkan system sirkulasi darah dan oksigenasi dan menghilangkan tumpukan asam laktat. Manipulasi yang diberikan adalah shaking kuat, tapotament kuat dan shaking kuat.
c.Sport massage post competition
Sport massage ini diberikan setelah melakukan masa pertandingan dengan maksud untuk merelaksasi otot dan persendian yang telah bekerja keras. Manipulasi yang diberikan adalah general sport massage /massage seluruh tubuh.
· Terapi Sport Massage Untuk Jaringan Dan Organisme
1. Terapi Sport Massage Untuk Kulit
Bertujuan untuk mengaktifkan sirkulasi darah, elastisitas kulit dan perangsangan syaraf. Manipulasi yang diberikan adalah effleurage, friction, vibration dan tapotament. Effleurage => perlakuan selama 10 – 20 menit akan mengaktifkan system sirkulasi kulit,memperbesar sirkulasi darah permukaan dan bagian dalam, merangsang pergantian danpengaturan sirkulasi lymphe dan hormonal serta untuk kebersihan dan kesegaran kulit.Friction => akan melatih fleksibilitas dan elastisitas kulit, memobilisasi jaringan kulit dan merangsang sirkulasi pergantian dan ekskresi.Tapotament => akan merangsang syaraf motorik dan syaraf sensitife.Vibration => sangat bagus untuk sirkulasi local dan pengeluaran sisa metabolisme.
Theraphy massage
Terapi massage adalah terapi yang menggunakan manipulasi secara fisik dengan beberapa teknik yang ada seperti effleurage, friction dan petrissase pada jaringan-jaringan lunak diseluruh tubuh atau bagian tubuh yang mengalami cedera. Terapi massasge sekarang berkembang pesat dalam dunia olahraga terutama digunakan untuk penanganan-penangan kasus cedera yang dialami oleh atlet saat beraktifitas dilapangan.
Manfaat Terapi Massage/ Pijat:
· Melepaskan ketegangan otot kronis
· mengurangi rasa sakit
· meningkatkan sirkulasi darah
· Meningkatkan fleksibilitas sendi
· Mengurangi kelelahan mental & fisik & stres
· Mempromosikan penyembuhan lebih cepat dari jaringan otot terluka
· Mengurangi tekanan darah
· Memposisikan sendi yang cedera
Massage juga bermanfaat bagi atlet dapat membantu:
· lebih baik tidur
· meningkatkan konsentrasi
· Mengurangi kecemasan
Massage setelah latihan yang berat, fisik, hiking, bersepeda gunung, mendaki, bermain golf atau ski: Setelah Anda melatih otot-otot Anda mungkin merasa sakit, kaku & lelah. Maasage dapat membantu dengan salah satu dari berikut:
· Peregangan & memperpanjang otot dipersingkat
· mengurangi kejang
· meningkatkan sirkulasi
· Mempercepat penghapusan produk limbah atau asam laktat yang dapat membuat otot- otot Anda sakit
· Membawa oksigen dan nutrisi otot Anda keseluruh tubuh
· Setelah Massage, kami selalu menyarankan agar Anda minum banyak air.
Contoh kasus yang dapat di Therapy Massage:
· Cedera Angkel (Kesleo pada pergelangan kaki)
· Cedera Lutut (Strain maupun Sprain pada ligament lutut)
· Cedera Bahu (Dislokasi bahu maupun ligament)
· Cedera Elbo (Kesleo pada lengan)
· Cedera Pinggang (Kesleo atau ketarik pada otot pinggang)
· Cedera Panggul
· Cedera Punggung
· Cedera Hamstring/Paha (Ketarik otot paha)
· Cedera Strain/Sparint Ligamen/otot besar
· Cedera Jari-Jari tangan (kesleo atau dislokasi )
· Cedera Low Back Paint (nyeri pinggang)
· Cedera Ischialgia merupakan suatu kondisi dimana terjadinya penjepitan saraf di daerah bokong/ pantat ( Nervus Ischiadicus)
· strain
· tendonitis
· sakit kepala
· migren
Perawatan Keluarga
Perawatan keluarga adalah perawatan yang dilakukan oleh anggota keluarga itu sendiri dengan menggunakan alat-alat yang ada di lingkungan keluarga itu dan sederhana tetapi hasilnya memuaskan.
Dasar-dasar Perawatan Keluarga
1.Maksud Perawatan Keluarga
a.Karena RS penuh / jumlah RS kurang, serta tenaga Dokter dan perawat kurang.
b.Karena pengaruh keadaan ekonomi, tidak semua orang mampu membayar ongkos RS.
c.Karena faktor kepercayaan / keinginan si penderita yang tidak menginginkan untuk dirawat diluar.
2.Tujuan Perawatan Keluarga
a.Meringankan keadaan si korban.
b.Mempercepat upaya penyembuhan.
c.Memperkecil penularan.
d.Mendidik anggota keluarga untuk menghemat.
e.Membiasakan hidup sehat.
3.Fungsi Perawatan Keluarga
a.Pengamatan terhadap penderita.
b.Tindakan perawatan
c.Tindakan pengobatan
d.Pencatatan.
e.Penyuluhan kesehatan.
4.Sasaran Perawatan Keluarga
a.Penderita yang layak dirawat dirumah.
b.Bayi dan anak yang tidak terawat.
5.Alasan Perawatan Keluarga
a.Secara psikologis orang yang sakit lebih senang dirawat di rumah sendiri.
b.Dapat menghemat waktu dan biaya.
c.Dirawat oleh anggota keluarga sendiri dapat mempercepat penyembuhan.
6.Pelaku Perawatan Keluarga
a.Siapa saja asal mendapat pendidikan sebelumnya.
b.Mereka yang mampu menyelenggarakan.
7.Sifat pelaku Perawatan Keluarga
a.Mempunyai rasa kasih sayang.
b.Adanya suatu keinginan untuk melakukan perawatan keluarga.
c.Mengutamakan kepentingan si penderita.
d.Sehat jasmani dan rohani.
e.Bertanggungjawab
f.Terbuka.
Langkah-langkah Persiapan Perawatan Keluarga.
1.Persiapan
a.Mencuci tangan. Tujuannya :
- Membersihkan tangan dari kotoran.
- Menjaga kesehatan pelaku.
- Mencegah penularan.
b.Memakai celemek, fungsinya :
- Untuk menghindari penularan.
- Melindungi pakaian.
2.Urutan tindakan Perawatan Keluarga
a.Persiapan pelaku.
b.Mempersiapkan alat-alat yang dibutuhkan.
c.Persiapan penderita.
d.Pelaksanaan.
e.Selesai.
Hal-hal yang dilakukan dalam Perawatan Keluarga :
a.Membersihkan tempat tidur si penderita.
b.Penggantian dan pemasangan sprai.
c.Pemeriksaan denyut nadi, suhu tubuh dengan thermometer.
d.Pemberian makan dan minum.
e.Pemberian obat.
Alat-alat yang diperlukan :
a.Alat-alat untuk tidur
b.Celemek
c.Thermometer
d.Obat-obatan
e.Alat mandi
f.Pispot
g.Pasu najis
h.Alat kompres